Entri Populer

Rabu, 05 Desember 2012

KUNTILANAK

Penggambaran dari sosok kuntilanak (atau Puntianak/Pontianak) mungkin adalah penggambaran wujud hantu yang paling umum bahkan di legenda hantu negara lain, yaitu sosok wanita berambut panjang mengenakan baju panjang putih dengan wajah yang sangat dingin dan menyeramkan – tambahan dalam cerita rakyat Melayu, sosoknya sering berubah menjadi makhluk seram penghisap darah.
Konon menurut legenda, kuntilanak senang sekali tinggal di pohon (dari internet, saya memperoleh info memedi ini paling suka tinggal di tumbuhan waru yang tumbuh miring – dalam Bahasa Jawa disebut Waru Doyong) dan punya kebiasaan nongkrong ongkang-ongkang kaki di atas genteng rumah orang. Menurut kepercayaan memedi ini akan menggoda atau mengganggu laki-laki yang berjalan malam sendirian, wanita hamil dan anak-anak. Datangnya si kuntilanak biasanya disertai dengan semerbak wangi bunga kamboja dan kadang-kadang suara tawa yang membuat merinding.
Kata kuntilanak (atau pontianak) mungkin berasal dari kata bunting (hamil) dan anak, sesuai dengan legenda kuntilanak yang katanya berasal dari wanita hamil yang meninggal sebelum melahirkan atau saat melahirkan. Yang menarik – konon ibukota Kalimantan Barat, Pontianak dikabarkan dinamakan sesuai memedi ini karena pendiri Kasultanan Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, diganggu oleh sang hantu ketika sedang mencari tempat untuk mendirikan kerajaannya. Ini terjadi saat beliau menyusuri Sungai Kapuas, melihat penampakan mengerikan ini Beliau memperintahkan anak buahnya untuk mengusirnya dengan meriam sebelum melanjutkan perjalanan. Tidak jauh dari insiden ini, kota Pontianak akhirnya didirikan.
TUYUL

Tuyul dikenal sebagai makhluk bertubuh kecil kerdil berkepala gundul berwajah menyeramkan, ada yang mengatakan bentuk tuyul itu pendek, berbulu hitam dan sedikit berlendir serta memiliki taring yang tajam (menurut paranormal tersohor Ki Gendeng Pamungkas ukurannya sekitar 20cm dan selain botak, ia juga ingusan). Gambaran ini jelas tidak sama dengan tuyul ramah dan baik yang ditampilkan Oni Syahputra di sinetron Tuyul dan Mbak Yul yang populer di era 90-an.
Tuyul adalah memedi yang diperkerjakan oleh manusia untuk alasan tertentu (biasanya mencuri uang atau perhiasan dan barang berharga lain yang dimiliki oleh incaran majikannya yang ingin mencuri kekayaan sang korban). Konon tuyul dipercaya berasal dari janin orang yang keguguran atau bayi yang meninggal ketika dilahirkan (bisa juga merupakan janin berusia tujuh bulan lebih yang akhirnya diaborsi – dia ditangkap pemburu tuyul saat gentayangan mencari ibunya, dan kemudian dijual kepada orang yang ingin kaya tanpa usaha). Karena berasal dari bayi, karakter tuyul bersifat seperti anak-anak yaitu gemar bermain dan sangat sering berulah iseng. Karena berasal dari bayi pulalah, tuyul lebih memilih majikan wanita karena memedi ini konon masih menyusui dan si majikan harus rela menyiapkan makan berlebih bahkan harus bersedia menyusui tiap kali si tuyul ini lapar dan haus.
Berdasar dari informasi yang saya dapat di internet, cara menangkal tuyul konon adalah dengan memasang yuyu (kepiting air tawar) di sudut-sudut rumah, karena tuyul menyukai hewan yang satu ini sehingga ia memilih bermain dengan yuyu daripada mengerjakan tugas mencuri dari tuannya.
Sphynx 


The Sphynx, atau gundul Kanada, adalah jenis kucing yang lahir tanpa bulu. Dating kembali ke 1966, kucing itu sangat langka karena keterlambatan dalam pemuliaan itu. Kucing pertama, Prune, meninggal tanpa membuang tandu. Pada tahun 1967, seorang ibu dan anak kucing Sphynx dia diselamatkan. Setelah sampah kedua, dua anak kucing diangkut ke London, dan dari sana, berkembang biak Sphynx itu benar-benar lahir. Sphinx, bertentangan dengan kepercayaan populer, tidak benar-benar berbulu. Mereka dibahas dalam sebuah bulu, sangat singkat lunak yang memiliki nuansa fuzz persik. Hal ini juga memungkinkan untuk kucing Sphynx tumbuh kumis dan alis.
Kucing Sphynx perlu mandi teratur, sekitar satu mandi seminggu, sebagai minyak alami dari kulit mereka tidak dapat diserap oleh bulu mereka, dan dapat membangun pada kulit dan menjadi sangat harum. Meskipun tidak memiliki bulu, berkembang biak TIDAK hypoallergenic. Mereka masih menghasilkan protein dalam minyak kulit mereka dan air liur yang memicu reaksi alergi pada mereka yang rentan.
Minskin 


Minskins adalah salah satu dari serangkaian keturunan yang dikenal sebagai "keturunan kerdil". Mereka diciptakan oleh pemuliaan sebuah Munchkin (# 4) dengan keturunan kucing lainnya. Minskins adalah hasil dari Devon Rex Munchkin yang dibesarkan dengan kucing Sphynx. Mereka muncul hanya menjadi kucing Sphynx sangat kecil, dan membutuhkan perawatan yang sama. Minskin ini adalah berkembang biak sangat baru, dan hanya ada sejak 1998. Para Minskin standar pertama lahir pada tahun 2000, dan pada 2005, ada lima puluh dari mereka ada. Minskins tidak menjadi bingung dengan "Bambino", yang merupakan kucing Sphynx dibesarkan dengan setiap jenis Munchkin. Minskins perlu memiliki orangtua Munchkin dengan bulu dari Rex Devon.
Devon Rex


Berkembang biak Devon Rex kucing hanya ada sejak 1960-an. Mereka telah secara genetik terbukti tidak terkait dengan Cornish Rex atau Jerman keturunan. Yang aneh tentang Devon Rex adalah kenyataan bahwa mereka memiliki sangat sedikit "rambut penjaga", para, kaku kasar, rambut tahan air hadir pada kebanyakan mamalia berbulu. Mereka memiliki sebagian besar "bawah rambut", atau lembut, bulu lapisan bawah halus. The Rex Devon sangat unik karena rambut bawah mereka keriting. Mereka juga memiliki mata agak besar, dan besar, rendah-set telinga. Devon Rex kucing yang aktif, menyenangkan, dan ramah, dan menikmati yang bertengger di pundak masyarakat, seperti burung beo. Mereka juga sangat cerdas, dan dapat diajarkan trik, seperti mengambil dan berjalan di atas tali.
Skotlandia Lipat


Lipat Skotlandia (atau Coupari di Kanada), memiliki mutasi genetik dominan yang menyebabkan tulang rawan di telinga mereka untuk memiliki, terkadang kali lipat bahkan sampai dua atau tiga lipatan! Hal ini membuat kegagalan telinga mereka ke depan, memberi mereka penampilan khas mereka. Lipatan lebih telinga kucing memiliki, semakin dekat ke kepala telinga akan berbohong. Lipat telinga kita lihat lurus dan normal saat lahir, tetapi akan mulai melipat setelah sekitar 21 hari. Lipatan Skotlandia sangat bersahabat, kucing suka diemong, dan tidak keberatan hewan peliharaan lainnya. Mereka juga suka tidur dalam posisi "Buddha": duduk dengan kaki lurus keluar dan kembali mereka lurus ke atas dari pinggul, seperti manusia.
Jepang ekor yg dipotong


Bobtails Jepang lahir dengan ekor kelinci kepulan-suka, dan beberapa bahkan akan melompat seperti kelinci, bukan berjalan! Pada tahun 1602, pemerintah Jepang menuntut bahwa semua kucing dibebaskan, untuk membantu melindungi bidang ulat berharga dari hewan pengerat. Membeli dan menjual kucing itu ilegal pada waktu itu, sehingga bobtails Jepang kucing jalanan. Bobtails datang dalam berbagai warna, tapi yang paling populer adalah belacu, atau "mike" dalam bahasa Jepang. Kebanyakan orang telah melihat setidaknya versi ekor yg dipotong itu. Yang terkenal "Maneki Neko" atau "kucing memanggil" adalah pesona-keberuntungan, yang terdiri dari ekor yg dipotong Jepang duduk berjongkok dengan satu forepaw terangkat. Mengikat ke dalam berkembang biak berikutnya pada daftar, aneh bermata bobtails sekarang cukup populer di Jepang. Memiliki "perak dan emas" mata (sebenarnya biru dan kuning-kuning), anak-anak kucing heterochromatic jauh lebih mahal, tetapi tidak memiliki legenda yang sama di sekitar mereka sebagai Manee Khao.
Khao Manee

Aku benar-benar memiliki Manee Khao, yang adalah apa yang mendorong saya untuk menulis daftar ini. Kucing Siam, dengan mata biru dan warna titik, adalah apa yang semua orang di Amerika menganggap Siam. Di Thailand dan sekitarnya, bagaimanapun, manee khao adalah satu-satunya kucing Siam. Para Manee Khao (atau "White Jewel") adalah jenis kucing kerajaan Siam Lama. Dikatakan bahwa hukuman untuk orang biasa mencuri Manee Khao adalah kematian. Khao Manee berwarna putih salju murni, dengan "perak dan emas" mata dinyatakan dalam # 8, meskipun "emas" mata yang paling sering sebenarnya merupakan warna kuning-hijau, bukan lurus kuning emas.
Trah ini adalah unik karena kebudayaan Indonesia banyak menemukan Manee Khao menjadi sangat beruntung. Tidak ada Khao benar Manee ditemukan di luar Thailand sampai 1999, ketika peternak Colleen Freymuth menerima dua Khao Manee, dan menjadi orang pertama di luar Thailand untuk berkembang biak mereka. Penyebutan awal dari Manee Khao berada di Maew Tamra, atau "Buku Cat dari Puisi" di 1350. Ini berarti bahwa, sampai tahun 1999, Khao Manee telah dibesarkan hanya di Thailand selama hampir 650 tahun! Karena keberuntungan yang terkait dengan mereka, Khao Manee sangat mahal. Di Inggris saja, anak kucing pergi selama delapan sampai sepuluh ribu dolar.
7. African Golden Cat
[Image: African+Golden+Cat.jpg]
Kucing ini tidak selalu berwarna emas terkadang bulu bulu kucing ini berwarna berfariasi mulai dari emas kemerahan menjadi abu-abu gelap dengan tanda khusus . Kucing ini dapat di temukan di daerah hutan hujan katulistiwa di Afrika . Kucing ini juga di masukan kedalam hewan yang akkan terancam punah dari bumi ini

6. Caracal Cat
[Image: Caracal+Cat.jpg]
Kucing ini dapat hidup dengan baik di daerah gunung dan gurun dan memiliki kemapuan bertahan hidup yang tinggi dengan tidak minum dalam jangka waktu yang panjang, kucing ini bisa di temukan di daerah Asia dan Afrika dan bayak orang memelihara kucing ini sebagai hewan pliharan.

5. Serval Cat
[Image: Serval+Cat.jpg]
Serval merupakan kucing afrika yang memiliki kaki yang panjang yang di yakini sebagai nenek moyang dari singa dan citah, kucing ini banyak terdapat di daerah padang savana di Afrika.

4. Fishing Cat
[Image: Fishing+Cat.jpg]
Kucing jenis ini bisa di temukan di daerah Asia dan Asia Tengara dimana kucing ini lebih suka tingal di dekat air sebap ikan merupakan makannan pokok kucing ini, kicing ini terancam punah akibat lahan basah yang di keringkan untuk pemukiman manusia.

3. Margay Cat
[Image: Margay+Cat.jpg]
Sebenarnya ini adalah kucing rumahan namun ukuranya lebih kecil dan memiliki kakai yang cukup panjang , kucing ini jarang terlihat di siang hari sebap kucing ini lebih suka berburu di malam hari, kucing ini bayak di temukan di daerah Meksiko dan Brazil.

2. Pallas Cat
[Image: Pallas+Cat.jpg]
Pallas The Cat (Otocolobus manul) disebut juga ?Manul?. Kucing ini terlihat sangta besar sebenarnya ukuranya sama dengan kucing biasa namun karena bulunya yang tebal membuat kucing ini terlihat lebih besar dari kucing biasanya. Wajah kucing ini juga terlihat aneh dengan wajah bulat dan memiliki sedikit gigi kucing ini banyak di temukan di daerah Eropa, kucing ini juga merupakan sepsis kucing tertua di dunia yang telah berkembag sejak 12 tahun yang lalu.

1. Andean Montain Cat
[Image: Andean+Montain+Cat.jpg]
The Andean Mountain Cat merupakan kucing yang sangat langka di perkirakan populasi kucing ini sekitar 2500 yang banyak di temui di daerah pegunungan Bolivia, Peru, Argentina, dan Chile. Kucing ini memiliki panjang hampir 2 meter.

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Pembelian dan Konsumen

Faktor budaya merupakan suatu yang paling memiliki pengaruh paling luas pada perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian,bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Dengan adanya kebudayaan, perilaku konsumen mengalami perubahan . Dengan memahami beberapa bentuk budaya dari masyarakat, dapat membantu pemasar dalam memprediksi penerimaan konsumen terhadap suatu produk. Pengaruh budaya dapat mempengaruhi masyarakat secara tidak sadar. Pengaruh budaya sangat alami dan otomatis sehingga pengaruhnya terhadap perilaku sering diterima begitu saja.

Misalnya kebiasaan kita sehari – hari adalah mandi tiap hari 2 kali dalam sehari, otomatis didalam kebiasaan kita mandi tersebut kita membutuhkan banyak perabotan dan alat – alat untuk membersihkan diri seperti sabun, sikat gigi, dan lain – lain. Lain halnya jika ada beberapa golongan yang jarang mandi, mereka tidak terbiasa untuk menerima kebiasaan kita mandi setiap hari, oleh karena itu, konsumen melihat diri mereka sendiri dan bereaksi terhadap lingkungan mereka berdasarkan latar belakang kebudayaan yang mereka miliki. Dan, setiap individu akan mempersepsi dunia dengan kacamata budaya mereka sendiri.

Tradisi (Bahasa Latin: traditio, "diteruskan") atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atauagama yang sama. Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah.

Hal ini bisa jadi sangat bersifat umum. Hal yang penting dari tradisi ini untuk para pemasar adalah fakta bahwa tradisi cenderung masih berpengaruh terhadap masyarakat yang menganutnya. Misalnya yaitu bulan Ramadhan, yang selalu berhubungan dengan ketupat, mudik, kurma.

 Pengaruh Budaya dapat Memuaskan Kebutuhan
Budaya yang ada di masyarakat dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Budaya dalam suatu produk yang memberikan petunjuk, dan pedoman dalam menyelesaikan masalah dengan menyediakan metode “Coba dan buktikan” dalam memuaskan kebutuhan fisiologis, personal dan sosial. Misalnya dengan adanya budaya kita hanya makan disaat – saat tertentu, ada tata cara, peraturan yang dibuat untuk mengatur saat kita makan. Begitu juga hal yang sama yang akan dilakukan konsumen misalnya sewaktu mengkonsumsi makanan olahan dan suatu obat.


BAB V
PENUTUP


5.1.      Kesimpulan
Berdasarkan analisa di atas secara keseluruhan, dapat disimpulkan sebagai berikut:
Persepsi responden terhadap tingkat kinerja organisasi tergolong baik, khususnya dalam kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat, pelayanan yang adil bagi penumpang, dan tarif tiket. Persepsi responden terhadap tingkat kualitas pelayanan tergolong kurang baik, khususnya dalam ketepatan waktu, lama waktu terlambat, sikap petugas dalam menanggapi masalah,pengalaman petugas dibidang pekerjaannya, keterampilan dalam memberikan pelayanan informasi, kepedulian terhadap keluhan pengguna jasa,kebersihan petugas dan kondisi fisik halte bus

5.2.      Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dijabarkan dalam penulisan ilmiah ini, maka penulis memberikan beberapa saran yang mungkin dapat dimanfaatkan oleh pemerintah DKI Jakarta dengan Transjakarta diantaranya:
·         Responden beranggapan sistem operasi transjakarta belum dapat mengatasi kemacetan di jakarta bahkan cenderung menambah masalah.

·         Transjakarta bersama instansi terkait perlu mengatur sistem operasi yang efisien dan efektif supaya salah satu tujuan transjakarta dalam mengatasi kemacetan dapat terwujud.

·         Transjakarta perlu meningkatkan pelayanan dalam hal kenyamanan dan kemudahan

·         Transjakarta dapat memberikan sanksi apabila petugas tidak tertib dalam menjalankan jadwal

·         Transjakarta perlu menambahkan jumlah armada bus


BAB IV
PEMBAHASAN


4.1.      Profil Objek Penelitian
     Masyarakat sebagai pengguna jasa Transjakarta khususnya koridor IV (Pulo Gadung – Dukuh Atas) dari awal beroperasinya pada tanggal 27 januari 2007 – september 2007 mengalami kenaikan jumlah di setiap bulannya. Namun dengan jumlah penumpang yang terus meningkat tetapi tidak diimbangi dengan jumlah armada yang ada, akan menimbulkan ketidaknyamanan dan ketidakpuasan dari para penumpang karena harus selalu antri dan berdesak-desakkan seperti layaknya angkutan umum yang sudah ada sebelumnya.
       Tingkat kepuasan pelanggan dalam hal ini masyarakat sebagai pengguna jasa Transjakarta khususnya koridor IV (Pulo Gadung – Dukuh Atas), untuk mengetahui korelasi yang terjadi antara kinerja organisasi dengan tingkat kepuasan pelanggan sebagai pengguna jasa busway. Serta korelasi yang terjadi antara kualitas pelayanan transjakarta dengan tingkat kepuasan pelanggan sebagai pengguna jasa transjakarta. Dan untuk mengetahui korelasi yang terjadi antara kinerja organisasi transjakarta dan kualitas pelayanan yang diberikan dengan tingkat kepuasan pelanggan sebagai pengguna jasa.








4.2.      Data
1.                   Identitas Responden
Dari 100 orang responden yang diberikan daftar pernyataan diperoleh data sebagai berikut ini. Berikut merupakan data identitas responden :
·          Usia Responden
Berdasarkan antara 15 tahun sampai 54 tahun, dengan usia rata-rata 26  tahun.
·          Jenis Kelamin
Pengguna jasa trasportasi transjakarta paling banyak laki-laki (54%), dan sisanya perempuan (46%)
·          Status Marital
Pengguna jasa transportasi transjakarta lebih banyak yang belum menikah (70%) dibandingkan yang sudah menikah (30%)
·          Pendidikan
Pengguna jasa transportasi transjakarta lebih banyak memiliki pendidikan tinggi yaitu, S1(71%), SLTA (18%), S2 (7%), Akademi / D3 (3%), dan SLTP (1%).
·          Pekerjaan
Pengguna jasa transportasi transjakarta lebih banyak PNS(37%), mahasiswa(25%), pegawai swasta(22%), dll (13%), dan wiraswasta (3%).
·          Penghasilan
Pengguna jasa transportasi transjakarta lebih banyak berpenghasilan antara 2 juta – 3 juta sebesar (39%), berpenghasilan kurang dari 1 juta sebesar (28%), berpenghasilan antara 1 juta – 2 juta sebesar (20%), berpenghasilan lebih dari 3 juta sebesar (13%).

2.        Kinerja Organisas
Tingkat kinerja organisasi transjakarta dari lima indikator yang digunakan tiga indikator (pelayanan yang sesuai kebutuhan masyarakat dengan jumlah bobot sebesar 255, pelayanan yang adil bagi penumpang dengan jumlah bobot sebesar 255, dan tarif tiket dengan jumlah total bobot adalah 284). Menunjukkan tingkat kinerja yang cenderung baik dan dua indikator lainnya (solusi kemacetan dengan jumlah bobot adalah 236 dan sistem transportasi multi-moda dengan jumlah bobot ialah 246) menunjukkan skor yang cenderung kurang baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kinerja organisasi transjakarta secara umum cenderung baik dengan skor rata-rata 254.

3.       Kualitas Pelayanan
Tingkat kualitas pelayanan diketahui dari lima aspek yang digunakan untuk mengukurnya, hanya satu aspek yang menunjukkan skor yang cenderung baik dan sisanya (empat aspek) menunjukkan skor yang cenderung kurang baik. Tingkat kualitas pelayanan yang cenderung baik ditunjukkan pada hal-hal yang berkaitan dengan:
keamanan dengan jumlah bobot 255
kenyamanan dengan jumlah bobot 253
kerapihan dengan jumlah bobot 255
kondisi fisik bus dengan jumlah bobot 254.
Sebaliknya, tingkat kualitas pelayanan yang dirasakan masih cenderung kurang baik adalah :
Ketepatan waktu dengan jumlah bobot 209
Lama waktu terlambat dengan jumlah bobot 216
Sikap petugas dalam memberikan pelayanan dengan bobot 236
Kesopanan petugas dengan jumlah bobot 248
Kemampuan dan sikap petugas dalam menanggapi masalah dengan bobot 226;213;206
Pengalaman petugas dibidang pekerjaannya dengan jumlah bobot 208
Keterampilan dalam memberikan pelayanan dan informasi dengan jumlah bobot 213 dan 242
Kepedulian terhadap keluhan pengguna jasa dengan jumlah bobot 220
Kebersihan petugas dengan jumlah bobot 242
Kondisi fisik halte dengan jumlah bobot 214.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kualitas pelayanan transjakarta secara umum masih cenderung kurang baik dengan skor rata-rata 230.

4.       Kepuasan Pelanggan
Tingkat kepuasan pelanggan transjakarta dari tujuh indikator yang digunakan, enam indikator menunjukkan bahwa pelanggan cenderung kurang puas dan satu indikator menunjukkan bahwa pelanggan cenderung tidak puas. Enam indikator yang menujukkan pelanggancenderung kurang puas adalah:
Pelayanan di loket dengan bobot jumlah 233
Pelayanan di halte dengan bobot jumlah 228
Pelayanan di dalam bus dengan bobot jumlah 232
Jumlah kapasitas penumpang dengan bobot jumlah 188
Lokasi halte dengan bobot jumlah 216
Rute bus dengan bobot jumlah 226
Sedangkan ketidakpuasan pelanggan berkaitan dengan jumlah armada busway yang ada saat ini dengan jumlah bobot 148.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan transjakarta adalah cenderung kurang puas dengan skor rata-rata 210.

4.3.Analisis Metode Hipotesis Chi-square
Hasil analisis hipotesis I
 hubungan antara kinerja organisasi dengan kepuasan pelanggan diperoleh
r = 0,645 (p < 0,01). Menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kinerja organisasi dengan kepuasan pelanggan.
Dengan demikian hipotesis yang diajukan Diterima.
Hasil analisis hipotesis II
Hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan diperoleh
r = 0,798 (p < 0,01). Menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan.
Dengan demikian hipotesis yang diajukan Diterima
Hasil analisis hipotesis III
Hubungan antara kinerja organisasi dan kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan diperoleh r = 6,080 (p < 0,01). Menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kinerja organisasi dan kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan.
Dengan demikian hipotesis yang diajukan Diterima.

Hasil perhitungan koerfisien determinasi diperoleh hasil 26,5%. Artinya kinerja organisasi dan kualitas pelayanan memberikan pengaruh sebesar 26,5% terhadap kepuasan pelanggan. Dengan demikian ada faktor lain diluar kedua variabel tersebut yang mempengaruhi kepuasan pelanggan pengguna jasa transportasi transjakarta sebesar 73,5%.