BAB IV
PEMBAHASAN
4.1. Profil Objek Penelitian
Masyarakat sebagai pengguna jasa
Transjakarta khususnya koridor IV (Pulo Gadung – Dukuh Atas) dari awal
beroperasinya pada tanggal 27 januari 2007 – september 2007 mengalami kenaikan
jumlah di setiap bulannya. Namun dengan jumlah penumpang yang terus meningkat
tetapi tidak diimbangi dengan jumlah armada yang ada, akan menimbulkan
ketidaknyamanan dan ketidakpuasan dari para penumpang karena harus selalu antri
dan berdesak-desakkan seperti layaknya angkutan umum yang sudah ada sebelumnya.
Tingkat kepuasan pelanggan dalam hal ini
masyarakat sebagai pengguna jasa Transjakarta khususnya koridor IV (Pulo Gadung
– Dukuh Atas), untuk mengetahui korelasi yang terjadi antara kinerja organisasi
dengan tingkat kepuasan pelanggan sebagai pengguna jasa busway. Serta korelasi
yang terjadi antara kualitas pelayanan transjakarta dengan tingkat kepuasan
pelanggan sebagai pengguna jasa transjakarta. Dan untuk mengetahui korelasi
yang terjadi antara kinerja organisasi transjakarta dan kualitas pelayanan yang
diberikan dengan tingkat kepuasan pelanggan sebagai pengguna jasa.
4.2. Data
1.
Identitas Responden
Dari
100 orang responden yang diberikan daftar pernyataan diperoleh data sebagai
berikut ini. Berikut merupakan data identitas responden :
·
Usia Responden
Berdasarkan antara 15 tahun sampai 54
tahun, dengan usia rata-rata 26 tahun.
·
Jenis Kelamin
Pengguna jasa trasportasi transjakarta
paling banyak laki-laki (54%), dan sisanya perempuan (46%)
·
Status Marital
Pengguna jasa transportasi transjakarta
lebih banyak yang belum menikah (70%) dibandingkan yang sudah menikah (30%)
·
Pendidikan
Pengguna jasa transportasi transjakarta
lebih banyak memiliki pendidikan tinggi yaitu, S1(71%), SLTA (18%), S2 (7%),
Akademi / D3 (3%), dan SLTP (1%).
·
Pekerjaan
Pengguna jasa transportasi transjakarta
lebih banyak PNS(37%), mahasiswa(25%), pegawai swasta(22%), dll (13%), dan
wiraswasta (3%).
·
Penghasilan
Pengguna jasa transportasi transjakarta
lebih banyak berpenghasilan antara 2 juta – 3 juta sebesar (39%), berpenghasilan
kurang dari 1 juta sebesar (28%), berpenghasilan antara 1 juta – 2 juta sebesar
(20%), berpenghasilan lebih dari 3 juta sebesar (13%).
2. Kinerja Organisas
Tingkat
kinerja organisasi transjakarta dari lima indikator yang digunakan tiga
indikator (pelayanan yang sesuai kebutuhan masyarakat dengan jumlah bobot
sebesar 255, pelayanan yang adil bagi penumpang dengan jumlah bobot sebesar
255, dan tarif tiket dengan jumlah total bobot adalah 284). Menunjukkan tingkat
kinerja yang cenderung baik dan dua indikator lainnya (solusi kemacetan dengan
jumlah bobot adalah 236 dan sistem transportasi multi-moda dengan jumlah bobot ialah 246) menunjukkan skor yang
cenderung kurang baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kinerja
organisasi transjakarta secara umum cenderung baik dengan skor rata-rata 254.
3. Kualitas Pelayanan
Tingkat
kualitas pelayanan diketahui dari lima aspek yang digunakan untuk mengukurnya,
hanya satu aspek yang menunjukkan skor yang cenderung baik dan sisanya (empat
aspek) menunjukkan skor yang cenderung kurang baik. Tingkat kualitas pelayanan
yang cenderung baik ditunjukkan pada hal-hal yang berkaitan dengan:
keamanan
dengan jumlah bobot 255
kenyamanan
dengan jumlah bobot 253
kerapihan
dengan jumlah bobot 255
kondisi
fisik bus dengan jumlah bobot 254.
Sebaliknya,
tingkat kualitas pelayanan yang dirasakan masih cenderung kurang baik adalah :
Ketepatan
waktu dengan jumlah bobot 209
Lama
waktu terlambat dengan jumlah bobot 216
Sikap
petugas dalam memberikan pelayanan dengan bobot 236
Kesopanan
petugas dengan jumlah bobot 248
Kemampuan
dan sikap petugas dalam menanggapi masalah dengan bobot 226;213;206
Pengalaman
petugas dibidang pekerjaannya dengan jumlah bobot 208
Keterampilan
dalam memberikan pelayanan dan informasi dengan jumlah bobot 213 dan 242
Kepedulian
terhadap keluhan pengguna jasa dengan jumlah bobot 220
Kebersihan
petugas dengan jumlah bobot 242
Kondisi
fisik halte dengan jumlah bobot 214.
Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kualitas pelayanan transjakarta secara
umum masih cenderung kurang baik dengan skor rata-rata 230.
4. Kepuasan Pelanggan
Tingkat
kepuasan pelanggan transjakarta dari tujuh indikator yang digunakan, enam
indikator menunjukkan bahwa pelanggan cenderung kurang puas dan satu indikator
menunjukkan bahwa pelanggan cenderung tidak puas. Enam indikator yang
menujukkan pelanggancenderung kurang puas adalah:
Pelayanan
di loket dengan bobot jumlah 233
Pelayanan
di halte dengan bobot jumlah 228
Pelayanan
di dalam bus dengan bobot jumlah 232
Jumlah
kapasitas penumpang dengan bobot jumlah 188
Lokasi
halte dengan bobot jumlah 216
Rute
bus dengan bobot jumlah 226
Sedangkan
ketidakpuasan pelanggan berkaitan dengan jumlah armada busway yang ada saat ini
dengan jumlah bobot 148.
Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan transjakarta adalah
cenderung kurang puas dengan skor rata-rata 210.
4.3.Analisis Metode Hipotesis
Chi-square
Hasil
analisis hipotesis I
hubungan antara kinerja organisasi dengan
kepuasan pelanggan diperoleh
r
= 0,645 (p < 0,01). Menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan
antara kinerja organisasi dengan kepuasan pelanggan.
Dengan
demikian hipotesis yang diajukan Diterima.
Hasil
analisis hipotesis II
Hubungan
antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan diperoleh
r
= 0,798 (p < 0,01). Menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan
antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan.
Dengan
demikian hipotesis yang diajukan Diterima
Hasil
analisis hipotesis III
Hubungan
antara kinerja organisasi dan kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan
diperoleh r = 6,080 (p < 0,01). Menunjukkan ada hubungan positif yang sangat
signifikan antara kinerja organisasi dan kualitas pelayanan dengan kepuasan
pelanggan.
Dengan
demikian hipotesis yang diajukan Diterima.
Hasil
perhitungan koerfisien determinasi diperoleh hasil 26,5%. Artinya kinerja
organisasi dan kualitas pelayanan memberikan pengaruh sebesar 26,5% terhadap
kepuasan pelanggan. Dengan demikian ada faktor lain diluar kedua variabel
tersebut yang mempengaruhi kepuasan pelanggan pengguna jasa transportasi
transjakarta sebesar 73,5%.