Nama : SYARIF FADLI
Kelas : 3 EA 17
NPM : 16210784
• Tema : "ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DOC PEDAGING PADA PT XUNIT BALI"
• Penyusun : BUDI RAHAYU TANAMA PUTRI
• Tahun Pembuatan : Februari, 2001
Latar Belakang
Penelitian dilakukan pada salah satu perusahaan yang bergerak di bidang
pemasaran DOC (day old chicks) pedaging pada makalah ini disebut PT X.
Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah belum mampu menyusun strategi
pemasaran yang tepat karena kurangnya informasi mengenai ”trend” dan jumlah
permintaan DOC di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi
internal dan eksternal yang dihadapi perusahaan dan menyusun rencana serta
strategi yang tepat bagi pemasaran perusahaan. Penelitian ini dilaksanakan pada
PT X unit Bali di Denpasar serta pengambilan data dari responden peternak dan
pakar peternakan di Bali dengan metode survai. Design penelitian adalah riset
deskriptif. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis ”Internal
Factor Evaluation - External Factor Evaluation” (IFE - EFE) serta matriks
Internal-Eksternal (IE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT X Unit Bali
berada pada sel IV, yang masuk ke dalam kelompok pertama yaitu strategi
tumbuh dan bina. Formulasi strategi yang disarankan adalah : 1) melakukan riset
pasar; 2) melakukan promosi penjualan dan 3) melakukan analisis kembali
terhadap sistem dalam pola kemitraan yang telah diterapkan agar mampu
menyerap lebih banyak DOC.
Kata Kunci : DOC, Strategi Pemasaran, Pangsa Pasar.
• Metode Penelitian :
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset deskriptif, yaitu
dilakukan pengumpulan data untuk menjawab permasalahan yang ada.
Pengumpulan data selama penelitian dilakukan dengan menggunakan metode
survai (Umar, 2000 dan Rangkuti, 2002). Responden dalam penelitian ini
berjumlah 40 orang yang terdiri atas : 10 orang responden dari staf dan
manajemen puncak PT X, 20 orang peternak ayam ras pedaging di Bali yang ditentukan dengan metode pengambilan sampel bertujuan (“purposive sampling”),
dan 10 orang ahli di bidang peternakan ayam ras di Bali yang ditentukan dengan
“quota sampling”.
• Metode Pengumpulan Data :
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data
sekunder. Data primer diperoleh dengan cara melakukan wawancara
menggunakan kuesioner dan observasi. Wawancara dilakukan kepada staf dan
manajemen puncak di PT X Unit Bali, pakar di bidang peternakan, dan peternak
ayam ras pedaging. Data sekunder adalah data pendukung yang diperoleh melalui
cara penelusuran literatur, buku laporan tahunan perusahaan, data dari Dinas
Peternakan, dan sumber lain yang mendukung.
• Teknik Pengolahan dan Analisis Data :
Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal
Analisis dilakukan dengan menggunakan ”Internal Factor Evaluation”
(Analisis Faktor Internal) dan ”External Factor Evaluation” (Analisis Faktor
Eksternal), dengan tahapan sebagai berikut ini:
1. Identifikasi faktor internal dan eksternal dengan cara penelusuran literatur,
wawancara dan observasi. Hasil identifikasi faktor-faktor selanjutnya
diberi bobot dan peringkat.
2. Penentuan bobot setiap faktor dalam kuesioner dilakukan dengan jalan
mengajukan identifikasi faktor-faktor strategi eksternal dan internal
tersebut kepada manajemen dan pakar dengan menggunakan metode
”Paired Comparison” (Kinnear dan Taylor, 1996). Masing-masing faktor
diberi bobot yang menggambarkan tingkat kepentingannya terhadap kesuksesan perusahaan dalam industri. Penentuan bobot dilakukan dengan
cara memberikan kesempatan kepada responden untuk melihat derajat
pentingnya masing-masing faktor jika dibandingkan dengan faktor-faktor
yang lainnya.
3. Pemberian peringkat dalam kuesioner ditentukan berdasarkan kondisi
masing-masing faktor di dalam perusahaan. Menurut David (2001), skala
peringkat yang digunakan adalah: Untuk analisis faktor internal :
1 (kelemahan mayor), 2 (kelemahan minor), 3 (kekuatan minor),
4 (kekuatan mayor); Untuk analisis faktor eksternal (peluang dan
ancaman) : 1 (kurang), 2 (sedang), 3 (baik) dan 4 (sangat baik). Untuk
faktor peluang, peringkat yang diberikan menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam merespon peluang yang ada. Untuk faktor ancaman,
peringkat yang diberikan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghindari ancaman yang dihadapi.
4. Selanjutnya, masing-masing nilai bobot dikalikan dengan nilai
peringkatnya untuk mendapatkan skor untuk semua faktor penentu. Semua
skor dijumlahkan untuk mendapatkan nilai total skor untuk perusahaan.
Jumlah total skor berkisar dari 1,0 sampai 4,0 dengan nilai rata-rata 2,5.
5. Matriks Internal - Eksternal terdiri dari atas 9 buah sel yang merupakan
kombinasi dari faktor-faktor internal dan eksternal. Strategi yang cocok
diterapkan bagi perusahaan yang berada pada sel I, II atau IV adalah
startegi intensif atau strategi integratif. Perusahaan yang masuk ke dalam
sel III, V, atau VII dapat dikelola dengan strategi penetrasi pasar dan
pengembangan produk, sedangkan perusahaan yang berada pada sel VI,
VIII, atau IX dapat dikelola dengan strategi divestasi.
• PEMBAHASAN :
Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai EFE yang dimiliki oleh
perusahan itu sebesar 3,27. Total nilai yang jauh di atas rata-rata (2,5)
menunjukkan bahwa perusahaan memiliki faktor-faktor kekuatan yang dominan
jika dibandingkan dengan faktor-faktor kelemahannya. Para responden
berpendapat bahwa perusahaan memiliki keunggulan dalam kualitas produk dan
SDM, tetapi masih lemah dalam ketersediaan, cara pembayaran, serta cara
pemesanan produk.
Total nilai EFE yang dimiliki perusahaan adalah sebesar 2,73 yang berarti
bahwa secara umum perusahaan memiliki kemampuan yang baik dalam merespon
peluang yang ada. Ancaman terbesar yang dihadapi perusahaan adalah fluktuasi
jumlah permintaaan DOC pedaging (ditunjukkan dengan rating 1) yang berarti
bahwa perusahaan belum mampu untuk menghindari ancaman tersebut karena
tidak adanya informasi yang cukup untuk memprediksikan jumlah permintaan
DOC di Bali. Dari hasil observasi yang dilakukan selama penelitian, dapat
diketahui bahwa perusahaan sangat jarang melakukan riset pasar sehingga
perusahaan tidak memiliki data yang pasti mengenai ”trend” dan jumlah
permintaan akan DOC di Bali. Dalam kondisi yang dihadapi saat ini, perusahaan
tidak mampu menentukan dengan tepat jumlah DOC yang harus diproduksinya.
Strategi yang selama ini diterapkan oleh perusahaan dalam menghadapi
permasalahan yang ada masih kurang tepat, karena alasan berikut ini:
1. Terdapat banyak kelemahan di dalam penerapan strategi penjualan langsung.
Pda saat permintaan DOC tinggi, perusahaan sering kekuraangan stok DOC dan sebaliknya pada saat permintaan turun, DOC yang telah diproduksi
seringkali tidak habis terjual sehingga harus diobral atau dibakar.
2. Peternak dan pedagang merasa kesulitan dengan penerapan sistem pemesanan
oleh perusahaan karena pemesanan harus dilakukan paling lambat dua minggu
sebelumnya.
3. Pola kemitraan yang diterapkan oleh perusahaan selama ini belum mampu
meningkatkan penjualan DOC perusahaan.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
pemasaran DOC pedaging yang dilakukan oleh PT X di Bali berada pada sel IV
dalam matriks IE. Alternatif strategi yang tepat untuk diterapkan oleh PT X Unit
Bali adalah strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan
produk atau strategi integrasi.
Saran yang dapat diberikan kepada perusahaan dalam menyusun strategi
pemasaran yang tepat adalah: 1) perusahaan perlu melakukan riset pasar sehingga
dapat mengetahui dengan pasti kondisi pasar DOC pedaging (permintaan, kualitas
dan harga); 2) perusahaan perlu melakukan promosi untuk meningkatkan
penjualan; dan 3) perusahaan perlu melakukan analisis kembali terhadap sistem
dalam pola kemitraan yang telah diterapkan sehingga mampu menyerap lebih
banyak DOC.
Entri Populer
-
BIAYA TOTAL / TOTAL COST (TC) seluruh biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi sejumlah barang.baik yang biaya tetap ataupun biaya variabel....
-
Nama : SYARIF FADLI Kelas : 3 EA 17 NPM : 16210784 • Tema : "ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DOC PEDAGING PADA PT XUNIT BALI" • ...
-
Nama : SYARIF FADLI Kelas : 3 EA 17 NPM : 16210784 Tema : ANALISIS PENGARUH PENGELOLAAN TRANSPORTASI TRANSJAKARTA TERHADAP PENDAPATAN EKO...
-
nama :syarif fadli kelas :2ea17 peran koperasi dalam perekonomian indonesia Peran adalah perangkat tingkah yang diharapakan dimiliki o...
-
BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Profil Objek Penelitian Masyarakat sebagai pengguna jasa Transjakarta khususnya koridor IV ...
-
BAB I Ilmu Budaya Dasar Sebagai Bagian Dari MKDU Secara khusus mata kuliah dasar umum bertujuan untuk menghasilk...
-
Pengaruh Kebudayaan Terhadap Pembelian dan Konsumen Faktor budaya merupakan suatu yang paling memiliki pengaruh paling luas pada per...
-
Nama : SYARIF FADLI Kelas : 3 EA 17 NPM : 16210784 Tema : "ANALISIS PENGARUH MEDIA IKLAN TERHADAP PENGAMBILANKEPUTUSAN MEMBELI AIR...
-
Nama : SYARIF FADLI Kelas : 3 EA 17 NPM : 16210784 Tema : Analisis Ekonomi Atas Perkembangan Hukum Bisnis Indonesia • Penyusun : Peri...
-
6. Caracal Cat Kucing ini dapat hidup dengan baik di daerah gunung dan gurun dan memiliki kemapuan bertahan hidup yang tinggi dengan ti...
Selasa, 23 Oktober 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar