Entri Populer

Selasa, 23 Oktober 2012

IV. Analisis Jurnal

Nama : SYARIF FADLI
Kelas : 3 EA 17
NPM : 16210784
Tema : ANALISIS PENGARUH PENGELOLAAN TRANSPORTASI TRANSJAKARTA TERHADAP PENDAPATAN EKONOMI MASYARAKAT
• Penyusun : Mulyadi
• Tahun Pembuatan : Oktober, 1998
Latar Belakang
Jasa Transportasi merupakan salah satu dari kebutuhan manusia. Mobilitas yang sangat cepat dari masyarakat baik yang tinggal di desa maupun di kota membutuhkan alat-alat transportasi untuk membantu dalam kelangsungan hidup mereka. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan adanya jasa transportasi, dinas perhubungan menyediakan berbagai macam fasilitas transportasi baik jalur darat, jalur laut, maupun jalur udara. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin kompleksnya kebutuhan masyarakat, alat transportasi publik ini mulai banyak menimbulkan permasalahan baik bagi masyarakat sendiri maupun pemerintah. Kondisi angkutan umum sudah banyak yg tidak layak lagi untuk beroperasi dan juga kenyamanan dan keamanan masyarakat sebagai pengguna angkutan umum sudah mulai diragukan dan dipertanyakan. Banyaknya armada angkutan umum dan kendaraan pribadi yang beroperasi di jalan-jalan DKI Jakarta, membuat tingkat kemacetan di DKI Jakarta semakin tinggi sedangkan infrastrukturnya tidak memadai. Untuk mengatasi semakin tingginya tingkat kemacetan dan semakin buruknya kondisi alat transportasi publik yang beroperasi di DKI Jakarta maka pemerintah provinsi DKI Jakarta menggagas untuk membuat sarana transportasi makro bagi Masyarakat Jakarta guna mengurangi kemacetan yang ada.

ANALISIS MASALAH
 Busway atau Transjakarta dengan dikeluarkannya SK GUB DKI No. 110 Tahun 2003 tentang pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Transjakarta-Busway. Transjakarta ini merupakan sebuah sistem transportasi bus cepat di DKI Jakarta, Indonesia yang sistem ini dimodelkan berdasarkan Transmilenio yang sukse di Bogota, Kolombia. Agar terjangkau oleh masyarakat harga tiket busway ini disubsidi oleh pemerintah. Dalam penelitian ini saya akan memfokuskan penelitian pada kepuasan. Pelanggan dalam hal ini penumpang Transjakarta khususnya pada koridor IV (Pulo Gadung-Dukuh Atas). Jumlah penumpang Transjakarta koridor IV dari awal beroperasinya koridor tersebut yaitu pada 27 Januari 2007 – September 2007 mengalami kenaikan jumlah di setiap bulannya. Namun dengan jumlah penumpang yang terus meningkat tetapi tidak diimbangi dengan jumlah aramada yang ada, akan tetapi menimbulkan ketidaknyamanan dan ketidakpuasan dari para penumpang karena harus selalu antri dan berdesak-desakan seperti layaknya angkutan umum yang sudah ada sebelumnya.

TUJUAN MASALAH
Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu tujuan teoritis dan tujuan praktis. Tujuan teoritis ini antara lain untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran mengenai tingkat kepuasan pelanggan dalam hal ini adalah masyarakat sebagai pengguna jasa, untuk mengetahui korelasi yang terjadi antara kinerja organisasi transjakarta dengan tingkat kepuasan pelanggan sebagai pengguna jasa transjakarta, untuk mengetahui korelasi yang terjadi antara kualitas pelayanan transjakarta dengan tingkat kepuasan pelanggan sebagai pengguna jasa transjakarta. Sedangkan tujuan praktis dari penelitian ini adalah untuk menegembangkan wawasan keilmuan dari Ilmu Administrasi Publik, khususnya dalam hal pelayanan publik.

METODOLOGI PENELITIAN DATA
• Seberapa besar hubungan kinerja organisasi transjakarta dengan tingkat kepuasan pelanggan pengguna jasa Transjakarta.
• Seberapa besar hubungan tingkat kualitas pelayanan Transjakarta dengan tingkat kepuasan pelanggan pengguna jasa transjakarta.
• Seberapa besar hubungan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan transjakarta dengan tingkat kepuasan pelanggan pengguna jasa transjakarta.
SEBAR DATA
Terdapat beberapa pendekatan untuk memberikan pelayanan yang bermuara kepada pelanggan, salah satunya adalah pendekatan yang terdapat didalam Total Quality Management. Dalam pendekatan Total Quality Management, kualitas ditentukan oleh pelanggan, oleh karena itu hanya dengan memahami proses dan pelanggan, maka dapat menyadari dan menghargai makna kualitas.

VARIABEL PENELITIAN
• Identitas Responden
Dari 100 orang responden yang diberikab daftar pernyataan diperoleh data sebagai berikut ini. Usia responden berdasarkan antara 15 tahun sampai 54 tahun, dengan usia rata-rata 26 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, pengguna jasa transportasi Transjakarta lebih banyak laki-laki (54%), dan sisanya perempuan (46%). Berdasarkan status marital lebih banyak yang belum menikah (70%) dibandingkan yang sudah menikah (30%).berdasarkan pendidikan S1 (71%). Sisanya SLTA (18%),S2 (7%), Akademi/D3 (3%), dan SLTP (1%). Berdasarkan pekerjaannya kebanyakan PNS ada 37%, disusul mahasiswa ada 25%, pegawai swasta ada 22%, lain-lain ada 13% dan wiraswasta ada 3%. Berdasarkan penghasilannya, kebanyakan berpenghasilan antara 2 juta – 3 juta sebesar 39%, disusul yang berpenghasilan kurang dari 1 juta sebesar 28%, berpenghasilan antara 1 juta – 2 juta sebesar 20%, dan berpenghasilan lebih dari 3 juta sebesar 13%. • Kinerja Organisasi
Tingkat kinerja organisasi Transjakarta dari lima indikator yang digunakan tiga indikator ( pelayanan yang sesuai kebutuhan masyarakat dengan jumlah bobot sebesar 255, pelayanan yang adil bagi penumpang dengan jumlah bobot sebesar 255, dan tarif tiket dengan jumlah total bobot adalah 284). Menunjukan tingkat kinerja yang cenderung baik dan dua indikator lainnya (solusi kemacetan dengan jumlah bobot adalah 236 dan sistem transportasi multi-moda dengan jumlah bobot ialah 246) menunjukan skor yang cenderung kurang baik.
• Kualitas Pelayanan
Tingkat kualitas pelayanan diketahui dari lima aspek yang digunakan untuk mengukurnya, hanya satu aspek yang menunjukkan skor yang cenderung baik dan sisanya menunjukkan skor yang cenderung kurang baik.
 • Kepuasan Pelanggan
Tingkat kepuasan pelanggan transjakarta dari tujuh indikator yang digunakan, enam indikator menunjukkan bahwa pelanggan cenderung kurang puas dan satu indikator menunjukkan bahwa pelanggan cenderung tidak puas. Enam

MODEL PENELITIAN
Crosstab
Kinerja ini dengan kepuasan pelanggan diketahui bahwa pelanggan yang memiliki tingkat kepuasan yang tergolong sangat rendah (27,3%). Pelanggan yang memiliki persepsi bahwa kinerja organisasi buruk paling banyak memiliki tingkat kepuasan yang tergolong rendah (55,9%). Pelanggan yang memiliki persepsi bahwa kinerja organisasi baik paling banyak memiliki tingkat kepuasan yang tergolong sangat tinggi (90,0%).

HASIL
Hasil analisis hipotesis I hubungan antara kinerja organisasi dengan kepuasan pelanggan diperoleh r = 0,645 (p < 0,01). Menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kinerja organisasi dengan kepuasan pelanggan. Hasil analisis hipotesis II hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan diperoleh r = 0,798 (p < 0,01). Menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan. Hasil analisis hipotesis III hubungan antara kinerja organisasi dan kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan diperoleh chi-square = 6,080 (p < 0,01). Hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh hasil 26,5%. Artinya kinerja organisasi dan kualitas pelayanan memberikan pengaruh sebesar 26,5% terhadap kepuasan pelanggan. Dengan demikian ada faktor lain diluar kedua variabel tersebut yang mempengaruhi kepuasan pelanggan pengguna jasa transportasi Transjakarta sebesar 73,5%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar